Read more: http://syamsudinnamaku.blogspot.com/2011/02/cara-membuat-link-berkedap-kedip.html#ixzz1ka5mkUfA

Rabu, 11 Januari 2012

AGAMA ISLAM KELAS IX BAB 7

SEJARAH PERKEMBANGAN ISLAM DI NUSANTARA

          Islam merupakan agama allah yang telah diperintahkan kepada Nabi Muhammad agar disampaikan kepada seluruh manusia di Nusantara.

           Apakah kamu tau siapa yang menyerbarkan Islam ke Nusantara? Dengan cara apa mereka menyerbarkan agama islam? Dikepulauan mana mereka mendirikan kerajaan yang bercorak islam ? untuk lebih mengetahui tentang perkembangan islam di Nusantara ,mari kita pelajari bersama pembahasan berikut ini.
A.Masuknya Islam di Nusantara
          Perlu kamu ketahui agama islam bukan hanya untuk orang Mekah dan Madinah, melainkan suatu agama yang universal, yaitu untuk rahmatan lil ‘alamin agar manusia selamat di dunia dan bahagia di akhirat.
          Agama islam dibawa secara estafet, yaitu dari generasi kepada generasi berikutnya. Hal ini terbukti dari generasi yang dibawakan oleh Nabi Adam sampai ke Nabi Muhammad sebagai utusan yang terakhir. Mereka mengajarkan perintah Allah agar manusia diberi penerang dalam hidupnya dengan jalan bertauhid kepada allah.
          Agama islam masuk kewilayah Nusantara dibawa oleh para pedagang muslim dari mancanegara, seperti Arab, Persia, dan Gujarat. Menurut sejarah ketika Kerajaan Sriwijaya   mengembangkan  kekuasaannya, sekitar abad ke-7 dan ke-8M, selat Malaka sudah dilalui oleh pedagang-pedagang Islam. Dengan cara berdagang  itulah mereka mempengaruhi pribumi supaya masuk agama islam.
          Agama islam masuk ke nusantara dengan perlahan-lahan, yaitu dimulai pada abad ke-7M dan  ke-8 M, kemudian pada abad ke-11 sampai ke-13 M masyarakat mulai memahami tentang agama islam, dan pada abad ke-15 sampai ke-16M agama islam mengalami kemajuan yang sangat pesat. Pada abad ke-15 sampai ke-16M, Islam disebarkan oleh beberapa pihak ,yaitu masyarakat Nusantara yang sudah masuk islam, orang asing, dan para wali.
           Proses penyebaran agama islam di Nusantara berjalan secara damai tanpa menimbulkan kekerasan. Hal ini merupakan cermin ajaran Islam yang menjadi rahmatan lil’alamin.
            Menurut sumber sejarah, masuknya Islam di Nusantara dapat dilihat, baik dari tulisan maupun peninggalan fisik. Hal ini dikarenakan para pedagang muslim mancanegara pada waktu itu banyak mendirikan pemukiman dan tempat ibadah (masjid). Adapun cara menyebarkan agama islam dengan cara perdagangan, pengajaran , penikahan, kesenian, dan sebagainya.
1.     Proses Masuknya Agama Islam Melalui Jalur Perdagangan
            Secara  geografis , wilayah Nusantara merupakan daerah maritime sehingga    strategis untuk jalur perdagangan internasional . Melalui perdagangan ini, islam diperkenalkan oleh pedagang Gujarat, Arab, dan Persia.
          Malaka merupakan pintu gerbang keluar masuk kapal perdagangan mereka. Di Bandar Malaka ini, pedagang dari Arab, Persia , dan Gujarat singgah beberapa waktu untuk menurunkan barang dagangannya dan mengisi kembali kapalnya. Bahkan, meraka tinggal berbulan-bulan di malaka dan ketika itu pula mereka mengadakan antarpedagang Arab, Persia , dan Gujarat dengan para pedagang atau penduduk        nusantara . Pada saat itulah mereka menyebarkan agama islam sekaligus kebudayaannya .
2.     Proses Masuknya Agama Islam Dengan Pernikahan

       Para pedagang muslim dari Arab, Persia , dan Gujaratndan Negara muslim lainnya, tidak hanya melakukan perdagangan , tetapi mereka mengawini para perempuan yang ada di tempat yang mereka singgahi. Mereka menetap dan membina rumah tangga hingga melahirkan keturunan muslim di sana.
      Para pedagang muslim menikahi anak-anak remaja maupun perempuan-perempuan keluarga kerajaan. Dari pernikahan ini tidak sedikit para raja yang akhirnya memeluk agama islam.
      Masuknya islam ke Nusantara melalui pernikahan merupakan cara yang paling efektif dalam proses penyebaran agama islam di Indonesia .

3.    Proses Mauknya Agama Islam dengan Cara Pengajaran          

       Penyebaran agama islam serta nilai-nilai yang islami melalui pendidikan dilakukan setelah masyarakat muslim pribumi terbantuk . Pendidikannya diselenggarakanoleh para ulama, kiai, dan guru agama. Mereka mendirikan pondok pesantren untuk mendidik para santrinya.
       Pendidikan pondok pesantren sangat terbuka bagi siapa saja sehingga anak-anak dan remaja dari berbagai kalangan sangat tertarik untuk menjadi santri. Setelah selesai menimba ilmu agama, mereka kembali ke kampong halamannya dan disana mereka berdakwah mengajarkan agama islam.

B.  KERAJAAN  ISLAM DI JAWA, SUMATRA, DAN SULAWESI

1.Kerajaan  yang  Bercorak  Islam di Pulau Jawa
  
        Saat itu perdagangan di kawasan Nusantara dikuasai oleh saudagar dari jawa , khususnya dari Tuban, Gresik, dan Jepara. Mereka mengadakan kerja sama dalam perdagangan dengan masyarakat Pulau Banda, Ambon, Banjarmasin, Malaka, dan Filipina.
         Ketika kerajaan Majapahit mulai hancur, tidak sedikit adipati yang berada di pesisir pantai utara Pulau Jawa melepaskan diri dari Kerajaan Majapahit. Dengan demikian, daerah  Jepara, Tuban, dan Gresik menjadi daerah yang merdeka. Para adipati sudah mendapatkan pengaruh agama islam dan mereka siap dipimpin oleh adipati yang bernama Raden Patah. Ia mendirikan sebuah kerajaan islam yang pertama di Demak. Adapun pusat kerajaan terletak di daerah Bintoro. Ia berkuasa di tahun 1500-1518 M.

2.  Kerajaan yang Bercorak Islam di Pulau Sumatra  

          Kerajaan  islam yang bercorak islam di pulau Sumatra, salah satunya adalah kerajaan  Samudra  Pasai. Kerajaan Samudra Pasai didirikan oleh Malikus Saleh,  sebelum masuk Islam ia bernama Merah Selu. Adapun letak kerajaan Samudra Pasai, yaitu di dekat muara sungai Pasangan di pesisir timur Aceh.



3. Kerajaan Islam yang Bercorak Islam di Pulau Sulawesi
    Pada abad ke-16 M di pulau Sulawesi telah berdiri kerajaan islam ,yaitu kerajaan goad an tallo. Raja yang memerintah goa adalah daeng manrabia, sedangkan Raja Tallo adalah Karaeng Mantoaya.  Setelah keduanya masuk islam, mereka bergelar Sultan Alauddin dan Sultan Abdullah. Keduanya sama-sama giat mengislamkan rakyatnya dan daerah sekitarnya.  Setelah kedua kerajaan berstatu maka namanya menjadi Kerajaan Makassar di bawah pimpinan Sultan Alauddin, pusat kerajaannya adalah Sombaopu.
    

0 komentar:

Posting Komentar

Fluttershy My Little Pony